Senin, 10 Februari 2014

PRESTASI BELAJAR

Pengertian Prestasi belajar terdiri dari dua kata yaitu kata prestasi dan belajar. Diantara kata prestasi dan kata belajar memiliki arti yang tidak sama. Untuk itu ada baiknya pembahasan ini difokuskan dulu pada tiap permasalahan lebih dulu, agar memperoleh pemahaman lebih jauh tentang makna kata prestasi serta belajar. Keadaan ini guna mempermudah pemahaman lebih mendalam mengenai pengertianprestasi belajar.

Prestasi merupakan sebuah hasil dari suatu kegiatan yang dilakukan baik dengan cara sendiri maupun dengan cara kelompok. Ada juga yang berpendapat bahwa prestasi merupakan apa yang telah dapat dihasilkan, hasil suatu pekerjaan, hasil yang membahagiakan hati yang didapat dengan cara keuletan dalam berusaha.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka terlihat adanya perbedaan pada kata-kata tertentu, tapi pada intinya sama yaitu sebuah hasil yang didapat

atas suatu aktivitas. Maka dapat dipahami bahwa prestasi merupakan sebuah hasil dari kegiatan yang sudah dilakukan, diciptakan, yang membahagiakan hati, yang didapat dengan cara keuletan kerja, yang dilakukan secara individual atau secara kelompok dalam suatu bidang kegiatan tertentu.

Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilaksanakan oleh seseorang guna mendapat suatu perubahan tingkah laku yang baru dengan cara keseluruhan, sebagai akibat pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Pengertian belajar secara sederhana seperti yang sudah dikemukakan, bisa diambil suatu pengertian mengenai hakekat dari aktivitas belajar yaitu suatu perubahan yang terjadi dalam diri seseorang.

Menurut ahli yang lain mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan suatu hasil yang telah diperoleh atau didapat seorang anak yang dituangkan dalam bentuk nilai dari mata pelajaran yang dipelajari. Prestasi belajar adalah hasil yang menyebabkan perubahan dalam diri seseorang sebagai akibat dari aktivitas belajar.



Dari penelusuran uraian tersebut, maka bisa dipahami bahwa pengertian prestasi belajar merupakan hasil atau taraf kemampuan yang sudah dicapai seorang murid sesudah mengikuti proses belajar mengajar pada masa tertentu baik berupa perubahan pada tingkah laku, keterampilan serta pengetahuan dan lalu akan diukur serta dinilai yang kemudian dituangkan dalam pernyataan nilai atau angka.




Senin, 27 Januari 2014

MENGHORMATI ILMU DAN AHLI NYA



                                                   Menghormati ilmu dan ahlinya

                Ketahuilah wahai para pencari ilmu, kalian tidaklah akan memperoleh ilmu dan juga tidak akan memetik kemanfaat ilmu selain dengan menghormati, menghargai ilmu itu sendiri dan juga ahlinya, ( yakni para ulama), menghormati guru dan memuliakannya .1

                Dari segi akal, jelaslah bahwa ilmu itu sesuatu yang bersifat mulia, karena dengan ilmu manusia akan sampai kepada Alloh swt dan menjadi dekat dengan-Nya2. Ilmu juga merupakan suatu hal yang bersifat urgensi dalam kehidupan manusia. Ilmu adalah cahaya. Ilmu adalah penghibur di kala waktu sepi, teman di waktu menyendiri dan petunjuk di kala senang dan susah. Ia adalah pembantu dan teman yang baik dan penerang jalan kesurga. Sebab dengan ilmu pula mampu menghidupkan hati dan menerangi pandangan yang gelap serta menguatkan badan yang lemah. Dengannya seorang hamba akan mampu mencapai kedudukan orang yang sholeh serta memperoleh derajat yang tinggi. Dan juga memperoleh kebahagian yang abadi dan kenikmatan yang kekal, serta menimbulkan kemuliaan di dunia dan akhirat 3.

Dikatakan dalam sebuah kata mutiara:

” tiada keberhasilan seseorang dalam mencapai sesuatu, kecuali dengan menghormatinya. Dan tiada suatu kegagalan menghampiri seseorang selain karena tidak menghormatinya ”.
Meghormati, memang salah satu kunci kesuksesan, terlebih bagi seorang pencari ilmu. Dalam proses perjalan menuntut ilmu seorang penuntut ilmu tidak bisa terlepas dari sifat menghormati ilmu dan juga ahlinya. Mereka hendaknya membiasakan menghiasi diri dengan selalu bersikap menghormati, memulyakan ilmu. Hal ini sudah menjadi keharusan bahkan kewajiban, karena dengan hal itulah seseorang dapat memperoleh ilmu dan juga buah kemanfaatnya.

Disamping seorang penunutut ilmu dituntut untuk menghormati ilmu, mereka juga berkewajiban untuk menghormati ahli ilmu yaitu menghormati para alim ulama. Sebagaimana firman Alloh swt.

“ ..... niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat...”( QS. Al-mujadilah: 11) Ibnu abbas ra. Berkata bahwa para ulama mempunyai derajat-derajat di atas orang-orang mukmin sebanyak 700 derajat, jarak antara kedua derajat adalah perjalan 500 tahun1.

Karena dengan hal itu seorang pencari ilmu akan mampu memperoleh keridloan dari sang guru. Ketika seorang guru telah bersikap ikhlas dan ridlo terhadap muridnya- para penuntut ilmu-, maka hal ini akan menjadi suatu lantaran atau washilah akan masuknya ilmu terhadap murid-muridnya.

Namun sebaliknya, sebagai mana dikatan oleh Syekh Zarnuji sebaliknya dalam muqodimah kitabnya2 bahwa banyak penuntut ilmu di saat ini, yang mana mereka tekun belajar tetapi tidak berhasil memperoleh manfaat dan buahnya – yaitu mengaplikasikan ilmu dan pengembangannya -, karena mereka salah jalan dan mengabaikan persyaratan, padahal sudah barang tentu ketika seseorang salah jalan maka akan tersesat dan gagal dalam mencapai tujuannya.



Sebagaimana perkataan di atas, bahwa

Kamis, 23 Januari 2014

AKU INGIN ENGAKU TAU



 Aku ingin engaku tau
Bila engkau ku kagumi

Aku merasakan sakit sendiri

Karena aku harus mengagumi

Namun tak mengerti




Saat aku mengagumi mu

Karena penasaranku ingin tahu

Selalu membujuk di fikirku

Hingga kini ……………..


Aku tau siapa engkau

Namun mengapa engkau taktahu

Sungguh aku sangat mengagumi mu

Aku harus memendap perasaanku

Hanya di ruang hatiku


Meski inilah nyata taddirku

Aku akan selalu setia menanti mu

Mungkindi suatu waktu

Tuhan akan menghendaki ke inginanku


puisi ini di buta oleh siswi kela x KOMJA

 
By PURI ADITIYA 

Jumat, 10 Januari 2014

GEJOLAK REMAJA DAN PERAN PESANTREN


MENDENGAR kata remaja kayanya sudah ngga asing lagi di telnga kita , benak dalam fikirkita yang ada pasti 
remaja tu suka 
1. begadang malam 
2. suka tawuran 
3. suka mengkonsumsi obat- obatan 
4. suka dugeman 
5. malas belajar 
6. suka suka mainin perasaan 
da masih banyak lagi nama- nama yang di sandang bag remaja padahal tidak seburuk yang di duga dan di kira , 
sebenarnya remaja adalah dimana masa ke EMASAN mereka sedang mulai berkembang .
disinlah perarang dari 
1. orang tua 
2. lingkumgan 
3. teman bermain 
4. pendidikan 
5. media teknologi  
sangat mempengaruhi jikalo masa ini kurang lebihnya 4 po yang ditulis di atas tidak mendukung maka terjadlah kenakalan remaja , yang akhirnya terpendamlah cita- cita mereka dan program pemerintah yang ingin mencerdaskan kehidupan bangsa.
mari kita kupas sedikit 4 poin diatas 
1 peran orang tua dalam membimbing dan mendidik anak, seharusnya orang tua harus memberikan pengarahan dalam berbagai hal contoh dalam hal bergaul , anak disuruh memilih teman dalam bergaul di lingkungan sekolah maupun di lingkungan teman bermain '' dalam kitab talim mutta'alim pun sudah dijelaskan jika kamu mau berteman dengan seseorang maka lihatlah siapa temanya dia /anak tersebut, 
dalam hal alat teknologi orang tua harus memberikan pengarahan manfaat dan dapak negatif dari alat teknologi tersebut , jika anak tidak di beri pengarah maka anak akan mencari dan memenuhi rasa ingn tahunya dengan bertanya sesama teman atau dengan bertanya di situs jaringan sosial . itulah pentingya peran orang tua dalam memberika pengarahan. 
karena orang tualah pondasi uswah mereka, secara tidak langsung anak itu belajar meniru gaya hidup orang tua .
2. lingunga hidup, sekuat apaun pondasi pendidikan orang tua jika lingkungan hidup/ lingkunganberman tidak endukung. lambat laun anak pasti terkikisoleh kehidupan lingkungan , karena dimasa remaja dimana asa ngn tahunya sangat besar. didinlah yang kadang membuat orang tua menjadi dilema dalam menghadapi era kemajuan jaman yang secara tidak langsung memaksa kita / orang tua harus engikuti kemajuan jaman , tidak bisa kita pungkiri jkalu kita tidak mengikuti kita akan di katakan sebagia orang yang GAPTEK . gagap teknologi. didinilah orang tua harus pandai- pandai dalam menjelaskan akan hal ini.kalo menutu saya seendiri pendidkan yang baik adalah kesembangan anatara pendidikan umum dan agama, 
orang tua harus menanamkan sejak dini tenang agama dan akidah sebagai landasan mereka.dalam pesantren mereka diajarkan berbagai hal dari yang penddikan adab bergaul menghormati kedua orang tua, menghormati guru, dan adab bergaul sesama teman sang kyai selalu berusaha menanamjan akhlakul karimah agar kelak menjadi manusia yang berbudi luhur dan dan manusia mengenal tuhanya. tapi sayangnya orang- orang masih menganggap dunia pesantren sebelah mata , dalam benak pikiran mereka pesantren adalah tempat yang kumuh dan tempatnya orang - orang yang gaptek, padahal pesantern sekarang tidak seburuk yang ada dalam pikiran mereka, 
sebuah contoh pesantren yang saya tempati sekarang yaitu pondok pesantren miftahul huda pesawahan rawalo banyumas jawa tengah ndonesia , 
disini para santri diajari berbagai macam hal seperti ;
1. perekonomian islam yaitu mencangkup 
     1. para santri diajari ternak 
     2. bercocok tanam di ladang yang telah dsediakan oleh para dewan kiyai 
     3. dunia bengkel para santri diajari bagaimana cara memperbaiki sepeda motor maupun mobil karena di pnondok pesanten miftahul huda bekerja sama dengan  sekolah jejuruan yang ada dilingungan pondok pesantren dan mash banyak lagi keahliyan yang diberikan kepada santri- santi, dengan harapn setelah mereka menimba ilmu di situ mereka pulang memiliki ketrampilan sebagai penopang perjuangan menyebarkan agama silam di masing- masing tempat tinggal mereka.
2. aspek teknologi dan komunikasi semua santri yang mengenyam penddikan  umum maupun tida mereka dia jari untuk mampu memahamai dan mengknsumsi teknologi seperti jaringan koputer 
3. Teman Bermain, 
          setiap orang tua tiadak bisa mengawasi/ mengontrol anaknya selama dua puluh empat jam, karena orang tua memiliki tugas yang oerlu diselsakan sebagai contoh mereka harus mencari naftak untuk kehidupan sehari- harinay, maka dari itu orang tua harus sesekali menayakan dan meberi pengarhan kepada anaknya agara memilih teman yang baik, dan agar orangtu atau akan kelakuan mereka, orang tua menyuruh temanya untuk bermai kerunahnya akag orang tua biasa mengerti akan karakter teman anak tersebut, kalo menurut kitab talim mutaalim ''karekter seseorang teman itu tidak jauh dari teman yang satunya '' 
apalagi hidup di era globalisasi ini yang serba ada apa yang kita minta. orang tua harus memahami karakter anak,

4. pendidika adalah kebutuhan pokok setap insan karena dengan pendidikan pula harkat dan martabat manusia bisa terangkat, berbiara mengenai pendidikan sekarang dimana- mana lembaga pendidikan dari yang pendidkna yang bertaraf lokal smapi standar nasonal.
banyak sekolah yang menawarkan berbagai jurusan dan program krtampilan, disini orang tua harus pandai memilih pendidikan untuk anak agar apa yang menjadi cita- cita anak dan harapan orang tua bisa tercapai, orang tua jangan memandang pendidikan dari segi kualitas tapi juaga harus msmandang dari segi kuantitas anak, yang jadi dilema bagi orangtua dan masyarakat banyak sekolah yang menawarkan berbagai program dan keunggulan dan mengembor- gemborkan pendidikan berkarakter tapi pada kenyataanya siswa/sswi yang telah mengenyam psndidikan tersebut akhlaknya masih tetap tidak ada perubahan,  apa yang menjadikan mereka tetap tidak ada perubahan, didalam proses penerapnya mereka kurang memperhatika aspek sepirtual yang ditanamkan hanya bagai mana seelah mereka lulus sekolah bisa bekerja, khususnya di lembaga- lembaga pendidika umym seperti di SD, SMP ,SMA dan perguruan tinggi sekalipun, munkn inilah mengapa megara kata masih banyak yang namnya korupsi penipuan pembumuhan dan lain sebagainya 
hal inlah buat PR bagi mereka yang mengelola dalam bidang pendddikan, 

5. media teknologi /media masa 
         media masa sangat mempengaruhi bagi anak- anak maupun para remaja, di akui atau tidak merekalah yang mengonsumsi, bagi mereka media masa adalah sebagai penopang inpirasi gaya hidup, apalagi sekarang penayangan berbagai tawaran  TV  begitu banyak an sangat menarik mereka, didinilah peran orang tua untuk mengatuj jam mereka menoton TV, orang tua harus bisa memlh cenel yang bisa menddkik mereka, yang harus jadi perhatiak kita bersama adalah bagaiman pihak yang punya PROGRAM TV dan peraturan perundang- undangan penayangan harus di patuhi sehingga tidak merugikan berbagai pihak khusunya para remaja dan orang- orang yang belim mapmu memilih tayangan di TV, 
dan bukan hanya media TV saja yang jadi perhatian kita, HP inilah sebuah alat teknologi yang praktis bisa dibawa keman saja, apalagi sekarang HP dilengkapi beberapa fitur yang canggih sehingga orang tua juga harus  sesekali memeriksanya , agar mereka tidah menyalah gunakan.
 demkianlah artikel yang  saya tulis semoga bisa bermanfaat bagi kta amin 
saya menulis artkel ini melihat realita remaja rang sangat memperihatinkan, pdahal mereka mengenyam pendidikan yang bergensi tapi mereka belum mampu memberikan uswah yang baik badi mereka khususnya yang mengenyam pendidikan di pedesaan.


Kamis, 02 Januari 2014

TEMAN SEJATI


Teman Sejati"
Seorang teman adalah seseorang
tertawa dan menangis dengan Inspirasi,
Seseorang yang meminjamkan tangan membantu,
meskipun teman-teman mungkin tidak selamanya,
Dan mereka tidak mungkin berakhir bersama-sama,
kenangan persahabatan sejati akan
bertahan selamanya.
Seorang teman bukanlah bayangan atau hamba
Tetapi seseorang yang memegang
sepotong seseorang dalam hatinya.
Seseorang yang berbagi senyum,
Seseorang yang mencerahkan hari Anda

===




"Perhatianmu Sobat"

Perhatianmu Sobat...
Sungguh menyentuh hatiku
Menggema dalam kalbuku
Membangunkanku dari tidur ku

Perhatianmu Sobat...
Sungguh luar biasa
Tak ternilai...berjuta rasanya
Tak dapat diungkapkan dengan kata-kata

Perhatianmu Sobat...
Bahkan terkadang melebihi orang terdekat sekalipun
Kau mengerti isi hatiku
Meskipun tak terucap oleh mulutku

Terimakasih Sobat...
Kau membuat hidupku lebih berwarna
Kau menambah indahnya pelangi di hidupku
Yah...kau selalu menjadi malaikat kecil yang diutus oleh Nya untuk menolongku

Terimakasih Sobat...
Semoga Yang Maha Kuasa membalas semua kebaikanmu
Yang tulus keluar dari hatimu
Terimakasih Sobat...

Selasa, 24 Desember 2013



 HILANG CINTAKU


Terdampar dikarang terasa digurun
Berselimut disalju terbingkai dikawah
Begetar dihati keluarlah uluh
Hitam putihku sayup tuk usapmu

Salah itu salahku
Sakit itu sakitku dan sakitmu
Kau Sakit terlebih aku
Dan ini sesalku

Hidup tak berarti diri diam
Langkah ku ambil
Demi dirimu lebih baik
Ku tinggal kau dalam kesendirian

Termenung lama kau benci aku
Tak sedikit ada benci untukmu
Dan tak hilang cintaku
Sampai kutulis untukmu
Adv.


Puisi Rindu kepada sang Mantan


Sayang,,
Bukanlah keinginan hatiku melupakanmu, juga bukan keinginan di diri ini tak ingin bersamamu,,,,
Sayang,,
Lihatlah daku terpaku seorang diri, berteman sunyi tanpa arti
Sayang,,
Cinta yang bersemi di hati ini, tiada lain menyayangimu, merindukanmu, apa salahnya jika ku melamunkanmu
Sayang,,
Cahaya bintang yang hanya menemani malamku,
Ia memberiku arti sebuah kesetiaan, srta cinta tak pernah mati walau diri luluh di makan api

Rabu, 18 Desember 2013

FIKIH TINGKATAN MUJTAHID



BAB
Tingkatan-Tingkatan Mujtahid Fiqih
Istilah untuk seorang ulama ahli fikih adalah “al faqih”, bentuk jamaknya: fuqaha’. Para ulama menjelaskan bahwa ada tujuh tingkatan fuqaha’. (Hasyiyah Ibnu Abidin, 1:82 dan Al Fiqh Al Islami, 1:45). Dalam bahasa Indonesia, kata “fuqaha’” dituliskan sebagai “fukaha”. Dikutip dari Ensiklopedia Islam Yufidia, berikut ini tingkatan-tingkatan para mujtahid ahlih fiqih tersebut.
Pertama: Mujtahid mustaqil (mujtahid independen).
Ini merupakan tingkatan fukaha paling tinggi. Seorang mujtahid mustaqil memiliki kemampuan untuk menetapkan kaidah-kaidah fikih berdasarkan kesimpulan terhadap perenungan dalil Al Quran dan Sunah. Selanjutnya, kaidah-kaidah ini digunakan sebagai landasan dalam membangun pendapatnya. Di antara ulama yang telah mencapai derajat mujtahid mustaqil adalah para imam mazhab yang empat.
Kedua: Mujtahid mutlaq yang tidak mustaqil.
Mereka adalah orang yang telah memenuhi persyaratan dalam berijtihad secara independen, namun mereka belum membangun kaidah sendiri tetapi hanya mengikuti metode imam mazhab dalam berijtihad. Mereka memiliki kemampuan menetapkan hukum dari beberapa dalil sesuai dengan kaidah yang ditetapkan pemimpin mazhab. Bisa jadi, mereka berselisih pendapat dalam beberapa masalah yang terperinci di bidang fikih, namun secara prinsip, mereka mengikuti imam mazhab.
Contohnya, para murid imam mazhab, seperti Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan Asy Syaibani, yang keduanya adalah murid senior Imam Abu Hanifah. Kemudian Ibnul Qasim, Al Asyhab, dan Ibnul Majisyun, yang merupakan ulama mujtahid dalam Mazhab Maliki. Sedangkan mujtahid mutlaq dari Mazhab Syafii misalnya Al Muzanni dan Yusuf bin Yahya Al Buwaithi. Sementara, mujtahid mutlaq dari Mazhab Hambali misalnya Imam Abu Bakr Al Atsram dan Al Marudzi.
Ketiga: Mujatahid muqayyad (mujtahid terikat).
Mereka adalah kelompok ulama mujtahid yang memiliki kemampuan untuk mengkiaskan keterangan-keterangan yang disampaikan oleh imam mazhab, untuk memecahkan permasalahan baru yang tidak terdapat dalam keterangan-keterangan ulama mazhab. Pendapat hasil ijtihad ulama pada tingkatan ini disebut dengan “al wajh”. Terkadang, dalam satu mazhab, para ulama dalam mazhab tersebut berbeda pendapat, sehingga sering dijumpai dalam penjelasan di buku fikih, pada suatu permasalahan terdapat sekian wajh. Artinya, dalam permasalahan itu terdapat sekian pendapat dalam mazhab tersebut.
Di antara ulama yang berada di tingkatan ini adalah adalah Imam Ath Thahawi, Al Kurkhi, dan As Sarkhasi, yang semuanya merupakan ulama dari Mazhab Hanafi. Sementara mujtahid muqayyad dari Mazhab Maliki di antaranya adalah Al Abhari dan Ibnu Abi Zaid Al Qairuwani. Sedangkan mujtahid dari kalangan Mazhab Syafi’i adalah Abu Ishaq Asy Syirazi, Ibnu Khuzaimah, dan Muhammad bin Jarir. Adapun dari kalangan Mazhab Hambali, di antaranya adalah Al Qadhi Abu Ya’la dan Al Qadhi Abu Ali bin Abu Musa rahimahumullah.
Keempat: Mujtahid takhrij.
Mereka adalah deretan ulama yang men-takhrij beberapa pendapat dalam mazhab. Kemampuan mereka dalam menguasai prinsip dan pengetahuan mereka dalam memahami landasan mazhab telah menjadi bekal bagi mereka untuk menguatkan salah satu pendapat.
Di antara ulama yang tergolong pada tingkatan ini adalah Imam Ar Razi dan Al Jashas.

Kelima: Mujtahid tarjih.
Mereka adalah kelompok mujtahid yang memiliki kemampuan memilih pendapat yang lebih benar dan lebih kuat, ketika terdapat perbedaan pendapat, baik perbedaan antara imam mazhab atau perbedaan antara imam dengan muridnya dalam satu mazhab.
Di antara ulama yang mencapai jenjang ini adalah Imam Al Marghinani dan Abul Hasan Al Qaduri dari Mazhab Hanafi, Imam Khalil bin Ishaq Al Jundi dari Mazhab Maliki, Ar Rafi’i dan An Nawawi dari Mazhab Syafi’i, serta Imam Al Mardawi dari kalangan Mazhab Hambali.
Keenam: Mujtahid fatwa.
Mereka adalah para ulama yang memahami pendapat mazhab, serta menguasai segala penjelasan dan permasalahan dalam mazhab, sehingga mereka mampu memenentukan mana pendapat yang paling kuat, agak kuat, dan lemah. Namun, mereka belum memiliki kepiawaian dalam menentukan landasan kias dari mazhab.
Di antara ulama yang menduduki derajat ini adalah para penulis kitab matan fikih, seperti Imam An Nasafi (penulis kitab Kanzu Ad Daqaiq), Imam Al Hasfaki (penulis kitab Ad Durrul Mukhtar), dan Syekh Zadah (penulis kitab Majma’ Al Anhar), yang kesemuanya berasal dari kalangan Mazhab Hanafi. Contoh yang lain adalah Imam Ar Ramli dan Al Hafizh Ibnu Hajar dari kalangan Mazhab Syafi’i.
Ketujuh, tingkatan para muqallid (orang yang taklid).
Mereka adalah orang yang tidak mampu membedakan antara (pendapat) yang kuat dan yang tidak kuat. Inilah tingkatan umumnya masyarakat.